Kolam Susu

Bukan lautan hanya kolam susu.
Kail dan jala cukup menghidupimu.
Tiada badai tiada topan kau temui.
Ikan dan udang menghampiri dirimu.

Setiap kita mendengarkan lagu ini pasti kita selalu teringat dengan group band legendaries era tahun 60-an Koes Plus. Tapi kali ini bukan group band yang akan kita bahas tapi pesan dan makna yang ada di dalam lagunya. Sebenarnya lagu ini menggambarkan sebuah karunia besar yang allah swt berikan pada manusia betapa perairan kita yang luasnya 2/3 dari daratan.
Bukan lautan hanya kolam susu. Sebenarnya bukan kolam susu, tapi kolam susuk, yaitu sebuah danau alam yang ada di Indonesia yang konon danau ini terhubung dengan sebuah lautan.
Kail dan jala cukup menghidupimu. Ini karena masyarakat yang tinggal di danau susuk ini hidup dan menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan ikan dan udang yang ada di dalam danau susuk ini. Ikan dan sangat melimpah sehingga penduduk sekitarnya sangat berkecukupan atau makmur.
Tiada badai tiada topan kau temui. Danau ini sangat tenang tanpa berombak dan tanpa angin topan yang memungkinkan para nelayan yang ada bisa terus mencari ikan di danau itu tanpa ada rasa ketakutan karena faktor kendala alam.
Ikan dan udang menghampiri dirimu. Kekayaan sumber daya ikan dan udang yang ada, seakan tak pernah habis, terus menerus ada. Begitu melimpahnya ikan dan udang seakan-akan nustru bukan nelayan yang harus bersusah payah mencarinya tapi justru ikan dan udang itu sendiri yang menghampirinya.
Sebenarnya hal diatas hanya menggabarkan sebagian kecil saja dari kekayaan Indonesia dari sumber daya berupa ikan dan udang yang ada di kolam susuk. Sedangkan jika kita melihat dan menyadari bahwa karunia Allah SWT sungguh tak terbatas pada laut kita. Kita patut bersyukurkarena laut kita sangat kaya, tidak hanya ikan dan udang tapi karena sumber daya lain yang masih tersimpan didalamnya.
Tetapi dengan kekayaan laut yang begitu besar ternyata kita justru belum sejahtera. Hal ini karena kita belum bisa mengelola dan memanfaatkan kekayaan ini sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.
Pemerintah kita belum serius mengurus kekayaan laut untuk sumber kemakmuran rakyat. Kerap kali kekayaan kita ini justru di curi oleh Negara lain. Ribuan juta ton ikan di tangkap oleh nelayan asing dan kita hanya diam saja.
Bagaiman dengan nelayan kita sekarang, apakah mereka sudah sejahtera seperti yang digambarkan oleh lagu kolam susu tadi? Apakah mereka sudah mampu menangkap jutaan ton ikan seperti yang dilakukan nelayan asing yang mencuri ikan ikan kita. Mungkin itulah serentetan pertanyaan yang muncul di benak kita.
Sebaiknya kita bertanya pada diiri sendiri mengapa semua ini terjadi karena Allah belum ridho terhadap kita karena kita belum bisa menjaga laut kita sendiri. Kita masih membuat kerusakan disana-sini, pengeboman, penjarahan terumbu karang, pencemaran dan kerusakan-kerusakan lain yang kita buat selalu terjadi setiap detiknya.
Save the sea, save Indonesia. Jales viva jaya mahe.

Salam bahari
Ari setiawan
Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara
(DPD KAKPN Provinsi Lampung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s